Teks Proklamasi Asli Kemerdekaan Indonesia Lengkap

Teks Proklamasi Asli Kemerdekaan Indonesia

Setelah disusunnya teks proklamasi asli oleh para tokoh perumus teks proklamasi, yang selanjutnya adalah penggubahan isi teks proklamasi serta pengetikan teks proklamasi. Pembahasan ini ialah tentang detik-detik proklamasi, teks proklamasi kemerdekaan, serta susunan acara pembacaan teks proklamasi tersebut.

Perubahan Teks Proklamasi

Perubahan-perubahan tersebut antara lain:

1. “tempoh” diubah menjadi “tempo”

2. “Wakil-wakil bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”

3. Tulisan “Djakarta, 17-8-‘05”, diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun ‘05”

Naskah yang diketik oleh Sayuti Melik ialah naskah proklamasi yang autentik (naskah/teks proklamasi asli). Pada malam itu juga telah diputuskan bahwa naskah proklamasi akan dibacakan pukul 10.00 pagi bertempat di Lapangan Ikada, Gambir, Jakarta Pusat. Namun karena ada kemungkinan akan timbulnya bentrokan dengan pasukan Jepang, maka diubah di kediaman Ir.Soekarno di Jl.Pegangsaan Timur 56.

Sejak pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di kediaman Ir.Soekarno, Jl.Pegangsaan Timur, No.56, Jakarta, telah diadakan berbagai persiapan guna menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kemudian kurang lebih pada pukul 09.55 WIB, Drs.Mohammad Hatta telah datang dan langsung menemui Ir.Soekarno.

Pidato  Kemerdekaan RI oleh Ir.Soekarno

Sebelum teks proklamasi kemerdekaan dibacakan, pada pukul 10.00 WIB Soekarno kemudian menyampaikan pidatonya, yang berbunyi:

Saudara-saudara sekalian!

Saja sudah minta saudara-saudara hadir di sini untuk menjaksikan satu peristiwa maha penting dalam sedjarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun.

Gelombangnja aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada naik dan ada turun, tetapi djiwa kita tetap menudju ke arah tjitatjita.

Djuga di dalam djaman Djepang, usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti. Di dalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka.

Tetapi pada hakekatnja, tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan kita sendiri.

Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri.

Hanja bangsa jang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnja. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarat dengan pemuka-pemuka rakjat Indonesia, dari seluruh rakjat Indonesia.

Permusjawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menjatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara! Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu. Dengarlah proklamasi kami.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05

Atas nama bangsa Indonesia,

Soekarno/Hatta

 Demikianlah, saudara-saudara!

Kita sekarang telah merdeka!

Tidak ada satu ikatan lagi jang mengikat tanah air kita bangsa kita!

Mulai saat ini kita menjusun Negara kita! Negara merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka, kekal abadi.

Insja Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!

Demikianlah teks proklamasi asli kemerdekaan negara Republik Indonesia telah dibacakan oleh Ir.Soekarno pada waktu itu.

Baca Juga :

Shares