Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Kekekalan Energi Lengkap Dengan Contoh Soalnya

Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Kekekalan Energi Lengkap Dengan Contoh Soalnya

Hukum kekekalan energi – dalam pembahasan ini, akan diuraikan tentang bagaimana pengertian kekekalan energy, tentang rumus kekekalan energy serta hokum kekekalan energy dan juga contohnya. Sebelum lebih jauh mendalami tentang kekekalan energy, ketahui dulu pengertian dari hokum kekekalan energy.

Pengertian Hukum kekekalan energi

Apakah kamu pernah melihat seorang anak yang tengah bermain ayunan? Dan kenapa hanya sekali dorong saja anak tersebut bisa berayun secara berulang? Seorang anak yang tengah bermain ayunan ternyata energy mekanik didalamnya selalu tetap.

Ini berarti jika jumlah energy kinetic dengan energy potensial selalu tetap. Bila energy kinetic semakin membesar, maka energy potensialnya menjadi lebih kecil dan begitu sebaliknya.

Saat ayunan ada di simpangan terjauh, maka energy potensial dari anak tersebut akan maksimum, sementara energy kinetiknya sama dengan nol.

Sementara ketika ada dalam posisi terbawah, maka energy potensialnya ialah terkecil dengan energi kinetik menjadi maksimum.

Pengertian, Rumus dan Bunyi Hukum Kekekalan Energi serta Contoh Soalnya

Hal ini bisa terjadi secara berulang bila tidak adanya gaya gesekan. Sehingga energi mekanik menjadi selalu tetap, walaupun energi kinetik & energi potensial selalu berubah. Konsep yang terjadi tersebut bisa disebut sebagai bunyi hukum kekekalan energi mekanik.

Bunyi Hukum Kekekalan Energi

Bunyi Hukum kekekalan energi ialah energi tidak bisa diciptakan & dimusnahkan, namun hanya bisa berubah dari satu bentuk menjadi bentuk energi lainnya.

Rumus Hukum Kekekalan Energi

Bunyi hukum kekekalan energi mekanik juga menyatakan bila besar energi mekanik dari benda yang bergerak ialah selalu tetap. Sehingga secara matematis bisa dirumuskan sebagai berikut ini.

Em1 = Em2
Ek1 + Ep1 = Ek2 + Ep2

Keterangannya:

Em1 = energi mekanik awal
Em2 = energi mekanik akhir (J).
Ek1 = energi kinetic awal
Ek2 = energi kinetik akhir (J).
Ep1 = energy potensial awal
Ep2 = energi potensial akhir (J).

Pada umumnya, simpangan ayunan juga akan berkurang bahkan lambat laun bisa berhenti. Hal tersebut karena pada ayunan telah terjadi sebuah gaya yakni gaya gesekan.

Contoh Soal Hukum Kekekalan Energi

Ada sebuah mangga yang memiliki massa 1,2 kg telah jatuh dari pohonnya dengan ketinggian pohon 5 m berada di atas tanah. (g = 10 m/s2) tentukanlah!

  1. Berapakah energi potensial & energi kinetik awalnya?
  2. Berapakah energi potensial & energi kinetik ketika tingginya 4,8 m? Berapakah kecepatan manggaketika itu?
  3. Berapakah kecepatan mangga ketika menyentuh tanah?

Jawab:

Diketahui:

h = 5 m

m = 1,2 kg

g = 10 m/s2

Ditanyakan :

  1. Ep & Ek mula-mula?
  2. Ep & Ek ketika h1 = 4,8 = …? v1 = …?
  3. v ketika menyentuh tanah setelah jatuh = …?

Jawab:

a. Ep = m x g x h

= 1,2 × 5 × 10 = 60 joule.

Ek = 0

 

b. Ep1 = m x g x h1

= 1,2 × 4,8 × 10

= 57,6 joule

Ep1+Ek1 = Ep+Ek

57,6 + Ek1= 60 + 0

Ek1 = 60 – 57,6

= 2,4 joule

½ x  = Ek1

1/2 x 1,2 x  = 2,4

= 4

v1 = 2 m/s

 

c. Ep3 + Ek3 = Ep + Ek

0 + ½  = 60 + 0

1/2 x 1,2 x  = 60

= 100

v3 = 10 m/s

Besarnya kecepatan mangga ketika menyentuh tanah ialah 10 m/s.

Itulah pembahasan tentang hukum kekekalan energi yang bisa kamu jadikan referensi pemecahan soal yang kamu peroleh. Selamat belajar.

Baca Juga : 

Shares