Pengertian Definisi Pengetahuan Menurut Para Ahli Beserta Tingkatannya

Pengertian Pengetahuan Menurut Para Ahli Beserta Tingkatannya

Pengertian Pengetahuan Menurut Para Ahli – Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dimana hal ini terjadi sesudah seseorang mempraktekan atau mengerjakan dari penginderaan dari suatu objek tertentu. Penginderaan tersebut terjadi lewat panca indera yang dimiliki oleh manusia di antaranya seperti indera penglihat, Penciuman, Perasa dan Raba. Di antara beberapa indera yang di miliki manusia tersebut yang  lebih banyak di peroleh adalah mata dan telinga. Pengetahuan umumnya di dapat dari pengelaman serta bisa dating dari berbagai Informasi yang di sampaikan oleh orang lain kemudian Buku, surat kabar atau media masa serta berbagai media Elektronik lainnya. Pengertian Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (1993) Pengetahuan memiliki 6 tingkatan di antaranya adalah sebagai berikut :

Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo

I. Tahu (KNOW)

Kata Tahu dalam hal ini bisa di artikan sebagai seseorang yang mengingat sesuatu hal/materi yang sudah di pelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkatan ini ialah mengingatkan kembali dari sesuatu yang sifatnya spesifik dari keseluruhan bahan yang telah di pelajari atau berupa rangsangan yang di terim. Maka dari itu Tahu (KNOW) merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah.

Kata kerja yang sesuai untuk di gunakan dalam mengukur bahwasanya orang tahu mengenai apa yang di pelajari di antaranya adalah menyebutkan, menguraikan, mendefenisikan dan mengatakan.

II. Memahami (COMPREHENSION)

Kemudian tingakatan yang kedua adalah Memahami yang mana dapat di artikan sebagai kemampuan/keahlian dalam menjelaskan secara benar mengenai objek yang di ketahui serta bisa di interpresentasikan materi tersebut dengan jelas dan benar. Orang tersebut telah paham sekali dengan objek atau materi yang mana bisa menjelaskan, menyebutkan contoh, menyampaikan, meramalkan terhadap obyek yang dipelajarinya tersebut.

III. Aplikasi (APPLICATION)

Yang ke-3 yakni Aplikasi dapat diartikan suatu kemampuan dalam menggunakan materu yang sebelumnya sudah di pelajari dalam kondisi atau situasi yang sebenarnya. Dalam hal ini Aplikasi bisa di artikan sebagai Aplikasi atau penggunaan berbagai buku, Rumus, Metode, prinsip dalam konteks, atau situasi lain contohnya bisa menggunakan rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian.

IV. Analisa (ANALYSIS)

Merupakan suatu harapan dalam menguraikan dari materi atau objek di berbagai komponen namun masih dalam bentuk struktur organisasi dan masih ada hubungannya dengan yang lain. Kemampuan analisis ini bisa di lihat dari penggunaan kata kerja di antaranya seperti menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan lain sebagainya.

V. Sintesis (SYNTHESIS)

Selnjutnya adalah Sintesis yang mana menunjukan terhadap suatu kemampuan dalam menghubungkan bagian-bagian ke dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru atau dengan kata lain Sintesis sendiri dapat di artikan sebagai kemampuan berguna menyusun formulasi baru dan berbagai formulasi yang ada contohnya : bisa menyusun, merencanakan, meningkatkan, menyesuaikan, menyimpulkan dan Lainnya untuk suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.

VI. Evaluasi (EVALUATING)

Dalam hal ini Evaluasi dapat di kaitkan terhadap berbagai kemampuan dalam melakukan identifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian ini berdasarkan criteria yang sudah di tentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang sudah ada.

Sedangkan untuk Pengukuran pengetahuan bisa di lakukan dengan cara wawancara atau angket yang menanyakan mengenai isi dari materi yang akan di ukur dari subyek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang akan di ukur atau diketahui yang mana bisa di sesuaikan berdasarkan tingkatan-tingkatan di atas.

Baca Juga :

Baca Juga :

Shares