Pengertian Assessment (Penilaian) Fungsi, Tujuan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Assessment (Penilaian) Fungsi, Tujuan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Assessment – atau Penilaian adalah suatu istilah yang umum di gunakan dan hampir mirip dengan evaluasi serta mencangkup berbagai metode yang umumnya di gunakan dalam mengetahui keberhasilan belajar siswa yakni dengan cara menilai pada setiap kerja individu baik itu peserta didik atau kelompok. Menilai dalam hal ini memiliki arti yang mengambil suatu keputusan dari sesuatu yang berdasarkan diri atau berpegang terhadap ukuran baik atau buruk, sehat maupun sakit, pandai atau bodoh serta lainnya. Sehinga untuk penilaian tersebut sifatnya kualitatif.

Tapi sebenarnya istilah penilaian memiliki arti yang sangat luas di bandingkan dengan pengukuran. Yang mana Pengukuran pada dasarnya di artikan sebagai suatu langkah atau berupa tindakan yang kira-kira di perlukan dalam pelaksanaan evaluasi, yang mana tidak keseluruhan penilaian harus di dahulukan dengan pengukuran yang lebih nyata.

Dengan kata lain bahwasanya Penilaian merupakan penerapan dengan menggunakan berbagai cara serta menggunakan beragam alat. Penilaian di lakukan untuk mendapatkan berbagai Informasi mengenai sejauh mana hasil dari belajar si peserta didik atau Informasi tersebut berupa ketercapaian kompetensi peserta didik. Tujuan dari proses penilaian ini adalah untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai sebaik apa hasil atau perncapaian/prestasi belajar peserta didik.

Proses penilaian tersebut termasuk pengumpulan bukti sebagai menunjukan hasil pencapaian belajar (ketercapaian kompetensi) dari peserta didik. Seperti yang di katakan seorang para ahli bernama Griffin dan Nix (1991) menjelasakan penilaian di artikan sebagai pernytaan dengan beratasdasarkan dari sejunmlah fkat yang mana di gunakan untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu.

Pusat kurikulum Balitbang Kemdiknas, menerangkan secara umum bahws Penilaian berbasis kelas haruslah memenuhi prinsip yakni Valid, Terbuka, berkesinambungan, menyelurh serta memiliki arti.

Valid atau tepat, maka dalam prinsipnya merupakan sebuah alat ukuran yang di pergunakan untuk penilaian berbasis kelas dan harus benar-benar mengukur yang ingin di ukur. Seperti Contohnya, seorang guru ingin mengukur keterampilan dari peserta didiknya dengan mengetik menggukan sepuluh jari, lalu si guru tersebut menggunakan tes lisan mengenai berbagai tugas dari kesepuluh jari tersebut, maka terdapat kemungkinan bukan aspek keterampilan yang di ukur namun aspek pemahaman mengenai berbagai tugas dari kesepuluh jari tersebut dalam mengetik. Sehingga bisa di katakana pengukuran yang di lakukannya tersebut tidak Valid

Mendidik. Tidak sedikit para guru melakukan proses penilaian dengan membuat peserta didik menjadi ketakutan. Apalagi jika ada seseorang peserta didik yang mendapatkan nilai (angka) kecil. Padahal seperti yang kita tahu bahwa Angka yang tinggi bukan  menjadi tujuan sebuah penilaian

Pada penilaian yang berbasis kelas, guru di haruskan bisa memberikan penghargaan, kemudain motivasi serta berbagai upaya lainnya terhadap peserta didik yang berhasil serta dapat membangkitkan semangat bagi peserta didik yang kurang berhasil. Maka sebaliknya peserta didik yang kurang berhasil haruslah bisa memahami bahwasanya hasil yang di peroleh adalah suatu pembelajaran.

Berorentasi pada Kompetensi. Penilaian berbasis kelas di lakukan bertujuan sebagai rangkan untuk membantu peserta didik mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar yang sebelumnya sudah di tetapkan pada kurikulum berbasis kompetensi. Maka dari itu semua pendekatan, model harus harus di kerjakan dengan baik.

Adil dan Objektif. Tentu kata tersebut memang sangat mudah jika di ucapkan, namun sangat sulit di kerjakan, pasalnya penilai tersebut juga adala manusia biasa yang mana tidak luput dari faktor subjektifitas.

Terbuka. Sistem dan hasil penilaian berbasis kelas tidak bisa disembunyikan atau di rahasiakan oleh seorang guru. Baik itu berupa format serta model penilaian yang digunakan, ini haruslah terbuka dan di ketahui oleh berbagai pihak seperti kriteria dalam membuat keputusan.

Berkesinambungan. Sebenarnya melakukan penilaian berbasis kelas bukan hanya di lakukan di akhir kegiatan pembelajaran, melainkan harus di mulai dari awal hingga akhir pembelajaran, terencana, bertahap dan berkesinambungan. Hal ini di lakukan bertujuan agar hasil belajar dari setiap peserta didik bisa di dapatkan secara utuh dan komprehensif.

Menyeluruh. Penilaian yang di lakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik wajib dilakukan secara keseluruhan, utuh dan tuntas baik itu mengenai dengan domain kognitif, afektif, ataupun psikomotor.

Bermakna (memiliki arti). Penilaian dengan menggunakan metode berbasis kelas seharusnya memberikan makna terhadap berbagai pihak bertujuan dalam melihat tingkat dari setiap perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik sehingga untuk hasil penilaian bisa di tindak lanjuti, khususnya bagi guru, orang tua serta peserta didik.

Mungkin hanya itu saja yang bisa saya uraikan mengenai Pengertian Assessment, karena sebenarnya kata assessment sendiri dapat di artikan menjadi sangat luas tergantung dari tujuan yang anda perlukan dari mengenai Arti Assessment tersebut. Semoga Bermanfaat

Baca Juga :

Shares