Pendiri Budi Utomo: Budi Utomo Didirikan pada Tanggal…

Pendiri Budi Utomo: Budi Utomo Didirikan pada Tanggal…

Pendiri Budi Utomo: Budi Utomo Didirikan pada Tanggal… – Untuk artikel pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai; sebuah organisasi pergerakan nasional yang diberi nama oraganisasi Budi Utomo. Pada artikel ini, kita akan memberikan sejarah lengkap mengenai oraganisasi Budi Utomo, siapa pendiri Budi Utomo, tujuan dari dididirikannya organisasi Budi Utomo, biografi dari Budi Utomo, tokoh pendiri Budi Utomo, kapan lahirnya Budi Utomo, latar belakang didirikannya Budi Utomo hingga perjuangan dari Budi Utomo dan foto-foto beliau. Simak seluruh ulasannya di bawah ini ya!

 

Pendiri Budi Utomo

Pendiri dari Budi Utomo sendiri adalah Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo, yang pada tahun 1906 merintis untuk mengadakan kampanye guna menghimpun dana pelajar (studie fund) untuk kalangan priyayi di Pulau Jawa.

Dr. Wahidin Sudirohusodo sendiri merupakan pencetus dari Budi Utomo sekaligus inspirator untuk membentuk organisasi modern pertama yang ditujukan untuk para kalayang priyayi Jawa.

Dr. Wahidin Sudirohusodo sendiri merupakan lulusan sekolah Dokter Jawa dan pernah bekerja di Pemerintah Yogyakarta sebagai dokter hingga tahun 1899. Pada tahun 1901 beliau menjadi redaktur dari majalah Retno Dhoemilah yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia artinye “Ratna Yang Berkilauan”.

Dr. Wahidin sendiri mendirikan organisasi Budi Utomo untuk bertujuan meningkatkan martabat rakyat dan membantu para pelajar yang kekurangan dana.

Berkat kampanye tersebut, akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 di Yogyakarta, organisasi Budi Utomo didirikan dengan Dr. Sutomo sebagai ketuanya. Organisasi Budi Utomo ini sendiri memiliki arti usaha yang mulia.

 

Tujuan Budi Utomo

Awalnya organisasi Budi Utomo bukan sebuah partai politik, dan tujuan utamanya adalah untuk kemajuan bagi Hindia Belanda.

Hal ini dapat dilihat dari tujuan yang akan dicapai yakni:

 

  1. perbaikan bagi pelajaran di sekolah-sekolah
  2. bertujuan untuk mendirikan wakaf dan mengumpulkan tunjangan bagi kepentingan belanja anak-anak sekolah
  3. membuka sekolah pertanian
  4. memajukan teknik dan industri
  5. menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak

Sejarah Budi Utomo

Kongres Budi Utomo pertama kali dilangsungkan di kota Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober hingga 5 Oktober 1908. Kongres ini dihadiri oleh beberapa cabang yaitu Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya, dan Batavia.

Pada kongres yang pertama kali diadakan tersebut berhadil diputuskan beberapa hal sebagai berikut ini:

  1. Membatasi jangkauan geraknya kepada penduduk Jawa dan Madura.
  2. Tidak melibatkan diri dalam politik.
  3. Bidang kegiatan adalah bidang pendidikan dan budaya.
  4. Menyusun pengurus besar organisasi yang diketuai oleh R.T. Tirtokusumo.
  5. Merumuskan tujuan utama Budi Utomo yaitu kemajuan yang selaras untuk negara dan bangsa.

 

R.T. Tirtokusumo akhirnya dipilih sebagai Ketua Organisasi Budi Utomo, jabatannya yang merupakan seorang bupati, digarapkan mampu memberikan kekuaran pada Budi Utomo. Karena kedudukan bupati yang disandang oleh Ketua Organisasi Budi Utomo memberikan dampak positif dalam rangka menggalang dana dan keanggotaan dari Budi Utomo.

Dalam usahanya untuk memantapkan keberadaan dari Budi Utomo, telah diusahakan agar segera mendapatkan badan hukum dari pemerintah Belanda. Hal ini bisa dilihat dari terealisasinya anggaran Budi Utomo yang akhirnya disahkan pada tanggal 28 Desember 1909.

 

Pada perkembangannya, di dalam tubuh Budi Utomo akhirnya muncul dua aliran sebagai berikut ini:

  1. Pihak Kanan, pihak ini berkeinginan agar keanggotaan dibatasi pada golongan terpelajar seja, sehingga Budi Utomo tidak bergerak di lapangan politik dan hanya membatasi pelajaran sekolah saja.
  2. Pihak Kiri, berkeinginana untuk mengarahkan gerakan kebangsaan yang lebih demokratis sehingga lebih memperhatikan nasib dari rakyat yang selama ini menderita. Anggota untuk kelompok ini sendiri terbilang jauh lebih sedikit dibanding dengan pihak kanan.

Keberadaan dua aliran yang terdapat padi Budi Utomo membuat organisasi ini mengalami perpecahan diakibatkan Dr. Cipto Mangunkusumo yang merupakan perwakilan dari kaum muda keluar dari keanggotaan. Hal ini mengakibatkan ruang gerak Budi Utomo menjadi semakin melambat.

 

Kemunduran Budi Utomo

Selain hal di atas, ada beberapa faktor lagi yang membuat Budi Utomo semakin melambat. Seperti:

  1. Budi Utomo cenderung memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada penduduk umumnya.
  2. Lebih mementingkan pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia.
  3. Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan menyebabkan kaum terpelajar tersisih.

 

Saat Perang Dunia I tercetus pada tahun 1914, Budi Utomo mulai terjun ke dalam bidang politik. Bentuk peran politik dari Budi Utomo adalah sebagai berikut ini:

  1. Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa lain.
  2. Menyokong gagasan wajib militer pribumi.
  3. Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke Belanda untuk pertahanan Hindia.
  4. Ikut duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat).
  5. Membentuk Komite Nasional untuk menghadapi pemilihan anggota volksraad.

 

Pada mulanya Budi Utomo berhasil menerbitkan sebuah majalah sendiri yang diberi nama Goeroe Desa. Akan tetapi majalah ini hanya berkiprah di kalangan para bangsawan dan tidak dapat menjangkau penduduk pribumi.

Dengan berbagai masalah yang terjadi pada Budi Utomo hingga kemerosotan yang dialaminya, membuat aktivis dan dukungan pribumi terhadap Budi Utomo semakin berkurang pada tahun 1935. Budi Utomo semoat mengadakan fusi ke dalam Partai Indonsesia Raya (PARINDRA). Kemudian sejak saat itu, Budi Utomo semakin mengalami kemerosotan hingga akhirnya mundur dari kancah perpolitikan.

Baca Juga:

Shares