Isi Perjanjian Tuntang

Isi Perjanjian Tuntang

Isi Perjanjian TuntangPembahasan artikel kali ini akan membahas mengenai isi perjanjian Tuntang atau bisa juga disebut dengan Kapitulasi Tuntang pada masa Raffles yang berhasil menjadi seorang gubernur pemerintahan Inggris di Indonesia.

Inggris mendarat di Indonesia, tepatnya di Batavia pada tanggal 11 Agustus 1811 dan seketika itu Inggri menyerang pemerintahan Belanda yang lebih dulu berada di Indonesia. Hingga akhirnya Batavia jatuh ke tangan pemerintahan Inggris dan Janssens ditunjuk sebagai Gubernur Jender Deandels lari ke Tuntang, Semarang.

Kala itu, dia tidak memiliki pilihan, selain menyerah ke pada pasukan Inggris yang dipimpin oleh Lord Minto. Peristiwa menyerahnya Belanda tersebut tertuang pada Perjanjian Tuntang (1811).

 

Pengertian Kapitulasi Tuntang (perjanjian Tuntang)

Kapitulasi Tuntang atau perjanjian penyerahan kekuasaan dari pemerintahan Hindia-Belanda atas Indonesia dan diserahkan ke pada Pemerintah Britania-Raya pada tahun 1822. Penyerahan ini dilakukan di sebuah desa yang bernama Tuntang. Yang sekarang bernama kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang. Itu sebabnya perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Tuntang.

Tempat tersebut dipilih karena merupakan tempat peristirahatan para pembesar Hindia-Belanda, yang terletak di tepi danau Rawa Pening dan mengalir sungai Tuntang yang bermuara di Laut Jawa, Demak.

 

Isi Perjanjian Tuntang

Berikut ini adalah isi dari perjanjian Tuntang:

  1. Seluruh kekuatan militer Belanda di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
  2. Utang pemerintah Belanda tidak diakui Inggris.
  3. Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.

Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles (1811–1816) sebagai letnan gubernur jenderal mewakili Lord Minto yang berkedudukan di Calcutta, India.

Perubahan-perubahan penting yang dilakukan Raffles adalah sebagai berikut.

Bidang Pemerintahan

1) Membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan dan mengangkat asisten residen orang Eropa sebagai pengawas bupati.

2) Mengurangi kekuasaan para bupati dengan menjadikannya sebagai pegawai pemerintah dan digaji dengan uang, sehingga tidak mengandalkan pajak dari masyarakat.

3) Menerapkan pengadilan dengan sistem juri.

Bidang Ekonomi

1) Menghapuskan sistem kerja rodi yang pernah diterapkan oleh Daendels, kecuali untuk daerah Priangan dan Jawa Tengah.

2) Menghapuskan pelayaran hongi yang pernah diterapkan oleh VOC.

3) Menghapuskan sistem perbudakan.

4) Menghapuskan penyerahan wajib dan hasil bumi dari penduduk kepada penguasa.

5) Melaksanakan sistem pajak tanah (landrent system) dengan ketentuan petani harus menyewa tanah yang digarapnya kepada pemerintah, di mana besarnya sewa tanah disesuaikan dengan keadaan tanah. Pajak bumi harus dibayar dengan uang atau beras, dan orang orang yang bukan petani dikenakan pajak kepala.

 

Isi Perjanjian Tuntang

Kegiatan Raffles yang berjasa dalam bidang ilmu pengetahuan antara lain sebagai berikut.

 

  1. Membangun Gedung Harmoni untuk lembaga ilmu pengetahuan Bataviassch Genootshap.
  2. Menulis sejarah kebudayaan dan alam Jawa dalam “History of Java.”
  3. Sebagai perintis Kebun Raya Bogor, dan Nama Raffles diabadikan sebagai nama bunga bangkai rafflesia arnoldi.

 

Baca Juga:

Shares